Muhammad Hanya Orang Biasa

 

Oleh

 

Agung Trisetyarso

 

http://www.agungtri.cjb.net

 

 

(Tulisan ini sepenuhnya berdasarkan konsep Al-Qur’an. Baik Muhammad & Isa (Yesus) dipandang sebagai orang-orang yang dipandang sangat terhormat dalam pandangan Tuhan.)

 

Katakanlah : “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia sebagaimana kamu, diwahyukan kepadaku:”Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa.” Barangsiapa menghendaki perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (Al-Kahfi : 110)

 

Kelihatannya, anda akan kecewa jika anda mengharapkan Muhammad dijadikan tokoh, jika anda mengharapkan sesuatu yang luar biasa pada diri Muhammad.

 

Muhammad adalah orang biasa.

 

Beliau dilahirkan dari perut orang biasa, menjalani hidup sebagaimana kebanyakan orang, dan juga meninggal

sebagaimana kebanyakan orang.

 

Ini sangat lain jika dibandingkan dengan Isa (Yesus) yang memiliki begitu banyak perbedaan dengan mayoritas manusia; beliau dilahirkan dalam keadaan yang luar biasa, yaitu dapat berbicara kepada umat manusia sekalipun masih bayi; Beliau juga diberikan Tuhan kelebihan dalam bentuk yang sangat luar biasa, yaitu beliau dapat menghidupkan yang mati, dapat menyembuhkan yang sakit, & dapat mengetahui sesuatu yang tersembunyi.

 

Tuhan berfirman dalam surat Al-Imran ayat 49 :

 

“...Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil: ”Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda dari Tuhanmu, yaitu aku membuat tanah dari berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor

burung dengan seizin Allah ...”

 

Akan tetapi, kelebihan yang diberikan Tuhan kepada Yesus, tidak menjadikannya seorang pembangkang terhadap Tuhan, tetapi Yesus adalah tetap hamba Tuhan.

 

Tuhan berfirman dalam surat An-Nisaa ayat 172 :

 

“Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba Allah...”

 

Dan juga dalam surat Al-Imran ayat 79 :

 

“Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia:”Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata):”Hendaklah kamu menjadi seorang yang rabbani (orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah), karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya ...”

 

Ini sangat kontras dengan Muhammad. Muhammad tidak memiliki prestasi sehebat ini.

 

Lalu apakah prestasi Muhammad sehingga Tuhan menjadikannya Nabi, bahkan Nabi penutup daripada

seluruh Nabi ?

 

Lalu apakah prestasi Muhammad, sehingga dalam suatu riwayat disebutkan, bumi ini tidak akan diciptakan kalau Muhammad tidak diciptakan ?

 

Muhammad muda adalah seorang pemikir.

 

Kebiasaan yang membedakan Muhammad muda dengan mayoritas pemuda yang hidup pada zamannya adalah, beliau adalah seseorang yang seringkali mencari makna dari alam dan hidup. Selain itu, kemampuan lain yang beliau miliki hanyalah hidup dengan jujur.

 

Begitu senangnya Muhammad untuk berpikir, sehingga salah satu kebiasaan beliau yang paling sering dilakukan adalah pergi ke tempat yang sepi untuk merenung dan berfikir mengenai apa arti hidup dan kebenaran.

 

Kebiasaan ini dilakukan semenjak beliau masih sangat muda. Ketika muda, sembari menggembalakan domba (suatu kebiasaan yang kemudian diketahui adalah juga kebiasaan para Nabi sebelumnya), beliau sering memikirkan mengenai hakikat kebenaran.

 

Kebiasaan ini diteruskan setelah beliau menikah (sebagaimana orang biasa) pada usia 25 tahun. Kebiasaan yang sering dilakukan oleh Muhammad adalah pergi ke sebuah bukit, yang jauh dari keramaian. Akan tetapi, sejarah juga mencatat, Muhammad adalah juga seorang suami dan bapak yang teladan. Beliau juga memberi nafkah kepada keluarganya dan juga menunaikan kewajiban lainnya sebagai bapak dan suami.

 

Pada usia 40 tahun, Muhammad diperkenankan Tuhan untuk bertemu utusan-Nya, yaitu utusan yang dikenal sejarah telah menemui Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul lain sebelum Muhammad. Utusan yang telah diturunkan Tuhan ke Adam, Nuh, Ibrahim, Ya’qub (Isra’il), Ishaq, Isma’il, Musa dan Isa (Yesus).(Al-An’am ayat 126, Al-Baqarah 136, Al-Imran ayat 81, Al-Imran ayat 84)

 

Utusan ini, yang dikenal dengan Jibril atau Gabriel, yang menemani Muhammad, baik dalam keadaan susah ataupun lapang, selama 23 tahun.

 

Utusan ini, secara bertahap menyampaikan risalah-risalah Tuhan kepada Muhammad, sehingga dengannya Muhammad dapat mengetahui mengenai keterkaitan seluruh Nabi sepanjang masa; bahwa seluruh Nabi mengemban kebenaran yang satu, yaitu mengajak manusia untuk menyembah Tuhan yang satu dan mengajak kepada kebaikan.(Yusuf ayat 3, Al-Baqarah ayat 285,

An-Nisaa ayat 164)

 

Muhammad meninggal juga selayaknya orang biasa. Beliau tidak meninggalkan harta yang banyak. Sejarah mencatat, beliau hanya meninggalkan gubuk dan beberapa lembar kain.

 

Kalaupun ada peninggalan Muhammad yang berharga, harta tersebut adalah berupa pesan dari Tuhan, wasiat dan

doa.

 

Inilah manusia, yang dinobatkan sebagai Nabi akhir zaman oleh Tuhan.

"Back To My Homepage"